Ulul Albab- Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekolah menyelenggarakan pelatihan guru bertajuk “Implementasi Deep Learning untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dalam Menghadapi Era VUCA” pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ibu Diana Puji Lestari, S.Pd., M.Pd., yang membimbing para guru memahami sekaligus mempraktikkan pendekatan Deep Learning dalam perencanaan pembelajaran.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan sambutan Kepala Unit Pendidikan Islam Ulul Albab, Bunda Dr. Siti Maisaroh, S.HI., M.Pd.I Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perubahan yang cepat di era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity—menuntut guru untuk lebih kreatif dan reflektif dalam merancang pembelajaran. Menurut beliau, pembelajaran tidak lagi cukup berorientasi pada penyampaian materi, melainkan harus membentuk karakter, kompetensi, serta kesiapan siswa menghadapi masa depan.

Memasuki sesi inti, Ibu Diana Puji Lestari memaparkan konsep Deep Learning sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan makna, keterlibatan aktif, serta refleksi mendalam. Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran bermakna harus terarah pada 8 Dimensi Profil Lulusan, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, berkebinekaan global, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
Selain itu, peserta juga diajak memahami 3 Prinsip Dasar Deep Learning: pembelajaran bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Prinsip ini diperkuat dengan 3 Pengalaman Belajar utama, yaitu mengalami (experiencing), berinteraksi (interacting), dan merefleksi (reflecting). Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mengetahui konsep, tetapi juga memahami, merasakan, dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata.
Puncak kegiatan pelatihan adalah sesi workshop penyusunan 4 Kerangka Pembelajaran Deep Learning yang meliputi:
- Perumusan tujuan berbasis Profil Lulusan.
- Perancangan aktivitas belajar bermakna.
- Penyusunan asesmen autentik.
- Refleksi pembelajaran.
Yang istimewa, penyusunan kerangka pembelajaran ini dilaksanakan secara menyeluruh oleh guru dari semua jenjang kelas, yaitu kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Setiap jenjang menyusun rancangan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik masing-masing. Guru kelas bawah (1–3) merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, konkret, dan berbasis pengalaman langsung. Sementara itu, guru kelas atas (4–6) menyusun pembelajaran yang lebih menantang, berbasis proyek, diskusi kritis, dan pemecahan masalah.

Para guru dibagi dalam kelompok sesuai jenjang, kemudian berdiskusi aktif menyusun kerangka pembelajaran yang relevan dengan tema di kelas masing-masing. Hasil rancangan tersebut dipresentasikan dan mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber. Suasana diskusi berlangsung dinamis, menunjukkan kolaborasi dan semangat belajar yang tinggi di antara para pendidik.

Melalui kegiatan ini, terlihat komitmen bersama untuk mengimplementasikan Deep Learning secara nyata di seluruh tingkat kelas, bukan hanya sebagai konsep teoritis. Dengan keterlibatan jenjang kelas 1 hingga kelas 6, diharapkan terjadi kesinambungan pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan dalam membentuk karakter serta kompetensi siswa sejak dini hingga akhir masa sekolah dasar.
Pelatihan ditutup dengan refleksi bersama dan komitmen untuk menerapkan kerangka pembelajaran yang telah disusun dalam praktik nyata di kelas. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, sekolah optimis mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, adaptif, dan siap menjawab tantangan era VUCA.
